Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Kasus Terbesar Di Dunia, Lebih Dari 200 Napi Kabur di Indonesia

Kasus Terbesar Di Dunia, Lebih Dari 200 Napi Kabur di Indonesia



Penangkapan napi Rutan Pekanbaru yang kabur.
Penangkapan napi Rutan Pekanbaru yang kabur. (Foto: Dok. Fahrul)
Jika seorang napi atau tahanan kabur dari rutan, mungkin terdengar biasa. Namun bagaimana jika ratusan napi berbondong-bondong keluar rutan bak ayam keluar kandang? Peristiwa tersebut terjadi di Rutan Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5). Sebanyak 260 narapidana kabur saat izin beribadah salat Jumat. Para tahanan dan napi ini menuju ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar Lapas.

Sebanyak 161 narapidana telah ditangkap dan dimasukkan kembali ke Rutan Pekanbaru.

Bahkan, karena banyaknya jumlah napi dan tahanan tersebut, beberapa media internasional turut memberitakan peristiwa tersebut seperti Reuters, Fox News serta Channel NewsAsia.

Kasus tersebut pernah dialami di jeruji besi negara lainnya. Berikut deretan peristiwa napi dan tahanan kabur yang terbesar.
1. 172 Tahanan Kabur di Penjara Port-au-Prince, Haiti
Penjara di Haiti
Penjara di Haiti (Foto: http://www.ijdh.org)
Pada 22 Oktober 2016, sebanyak 172 tahanan kabur dari sebuah Penjara Arcahaie di ibu kota Haiti, Port-au-Prince. Akibat dari aksi tersebut, seorang sipir ditembak mati dan dua lainnya terluka.
Otak dari pelarian massal tersebut bernama Yvener Carelus, seorang napi kasus penculikan.
Aktivis HAM Pierre Esperance mengatakan, di dalam penjara Arcaihe dihuni banyak penjahat ternama yang ditahan karena kasus pencurian, perkosaan, penculikan, dan penyelundupan narkoba.
2. 158 Napi Kabur di Penjara Cotabato Utara, Kidapawan, Filipina
Situasi penjara di Filipina
Situasi penjara di Filipina (Foto: REUTERS)
Setidaknya, sejumlah 158 napi kabur di penjara distrik Cotabato Utara pada awal Januari 2017. Militan bersenjata menyerbu sebuah penjara di Filipina bagian selatan pada Rabu dini hari (4/1). Seorang sipir tewas tertembak dan ratusan narapidana berhasil melarikan diri.
Ada 1.511 narapidana di penjara itu, sedikitnya 158 berhasil kabur di tengah serangan tersebut.
Seorang sipir, Peter Bongat mengatakan, serangan tersebut terencana, mereka kabur menggunakan selimut. Selain itu, kelompok yang menyerang penjara tersebut diduga terkait Front Pembebasan Islam Moro atau MILF.
Pada tahun 2014 sebenarnya pemerintah Filipina telah berdamai dengan MILF, namun pertempuran masih terus terjadi dengan faksi-faksi kecil kelompok militan Muslim itu.

3. 150 Tahanan Kabur di Penjara Brasil
Polisi di Brasil
Polisi di negara Brasil (Foto: REUTERS/Paulo Whitaker)
Sebanyak 150 tahanan di penjara Basil berhasil melarikan diri pada 24 Januari 2017. Peristiwa ini terjadi setelah kerusuhan yang memicu kebakaran pada sebagian penjara tersebut.
Para pejabat penjara mengatakan, narapidana memberontak terhadap disiplin ketat instalasi. Pihak berwenang menduga pula, gerombolan penjahat yang teroganisir berada di belakang peristiwa tersebut.
4. 109 Tentara Amerika yang Dipenjara Melarikan Diri dari Penjara Libby, Richmond, Negara Bagian Virginia
Militer Amerika Serikat
Tentara Amerika Serikat (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)
Peristiwa itu terjadi pada malam hari tanggal 9 Februari 1864. Sebanyak 109 tahanan melarikan diri, 59 lainnya berhasil mencapai garis wilayah Amerika. Namun, 48 tahanan berhasil ditangkap dan dua tahanan tenggelam di Sungai James.
Kasus tahanan kabur dari Penjara Libby adalah salah satu kasus melarikan diri paling terkenal dan sukses selama terjadinya perang sipil di Amerika Serikat.
Para tahanan berusaha melarikan diri melalui ruang bawah tanah, yang dikenal sebagai lobang tikus neraka, yang tidak lagi digunakan karena adanya serangan hama tikus, dan menggali sebuah terowongan. Setelah 17 hari menggali, mereka berhasil menerobos tanah sepanjang 15 meter di sisi timur penjara dan berakhir di bawah gudang tembakau.
5. 38 Tahanan Kabur dari Penjara Maze, Irlandia Utara
Ilustrasi polisi Irlandia
Ilustrasi polisi Irlandia (Foto: pinterest.com)
Insiden tersebut terjadi pada 25 September 1983 di Wilayah Waze, Irlandia Utara. Pelarian dari Penjara Maze menjadi kasus tahanan kabur terbesar dalam sejarah penjara di Inggris.
Beberapa hari kemudian 19 tahanan berhasil ditangkap. Beberapa kelompok tahanan melarikan diri ke Amerika Serikat. Namun pada akhirnya diekstradisi AS.
6. 31 Napi dan Tahanan Lapas Kelas IIIB Banjarbaru Kalsel Kabur
Lapas Banjarbaru Kalsel
Lapas Banjarbaru Kalsel (Foto: dok Facebook Lapas Banjarbaru)
Akhir Desember 2016, sebanyak 31 napi dan tahanan kabur dari Lapas Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Hal ini terjadi karena kerusuhan antara para penghuni Lapas dengan penjaga. Para sekelompok tahanan meminta penjaga untuk melepaskan seorang tahanan dari sel isolasi.
Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh penjaga. Situasi menjadi memanas dan berujung kerusuhan. Dua polisi khusus yang menjaga saat itu tidak mampu membendung amuk para tahanan dan terpaksa membiarkan mereka untuk membobol pintu besar di dinding luar lapas.

Pemilik Bus Makmur, Penista Agama Ditangkap Karena Hina Muhammad di Facebook


Penyidik Polrestabes Medan akhirnya menetapkan Anthoni Hutapea (61) warga Perumahan Bukit Hijau Residence, Jalan Setia Budi, Medan Sunggal sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama, Senin (17/4) jam 15.00 wib. 

Penetapan tersangka terhadap Anthoni Hutapea menyusul dirinya memposting kalimat yang berisi: “Alquran kitab yang cacat yang belum semuanya diciplak dari bibel keburu Muhammad mati diracun istrinya yang masih anak-anak berumur 15 yaitu Aisyah atas suruhan orang tuanya arena tidak tahan melihat Muhammad hiperseks semua disikat menantu, mertua semua diceweki Muhammad”. 
Postingan hinaan itu diunggah tersangka Anthoni Hutapea pada 11 April 2017, lewat akun media sosial facebook miliknya. 

Atas postingan tersebut, pada 13 April 2017 jam 20.00 wib, Komunitas Pejuang Subuh berada di mesjid Al Jihad, Jalan Abdullah Lubis melaksanakan kegiatan agama. Salah seorang saksi bernama, Ispan Fahrudin menyampaikan kepada jamaah bahwa Anthoni Hutapea memposting tulisan di facebook itu. 

Dengan adanya hal tersebut, Komunitas Pejuang Subuh membuka akun facebook milik Anthoni Hutapea dan ternyata benar tersangka memposting kata-kata telah menista itu pada tanggal 11 April 2017. Atas penistaan itu Komunitas Pejuang Subuh merasa keberatan dan melaporkan yang bersangkutan ke Polrestabes Medan pada tanggal 14 April 2017. 

Laporan itu tertuang dengan nomor LP/825/K/IV/2017/Restabes Medan tanggal 14 April 2017 dengan pelapor Abdul Azis Balatif dan LP/830/K/IV/2017/Restabes Medan tanggal 15 April 2017 dengan pelapor Jakpar. Untuk barang bukti, polisi menyita screenshoot posting facebook atas nama Anthoni Hutapea sebanyak 7 lembar, handphone pelaku dan surat pernyataan atas nama pelaku. 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugoro dalam keterangan persnya kepada wartawan, Senin (17/4) mengatakan, pihaknya bertindak cepat agar kasus ini tidak begitu meluas. Atas atensi dari sejumlah pihak, pihaknya melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Anthoni Hutapea. 

“Benar, yang bersangkutan Anthoni Hutapea, melakukan tindak pidana penistaan agama dengan sejumlah barang bukti. Yang bersangkutan Anthoni Hutapea, kita tetapkan sebagai tersangka. Saya berharap semua pihak mengkawal kasus ini sampai tuntas,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho. 

Dalam kesempatan yang sama, seorang dari ormas Islam, Khairil Anwar bertanya kepada Kapolrestabes Medan. Ia mempertanyakan apakah tersangka Anthoni Hutapea ditahan atas perbuatannya. 

Lalu Kombes Pol Sandi Nugroho menjawab jika alat bukti sudah lengkap ia pasti melakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Koordinator Aksi Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut, Heriansyah mengapresiasi Polrestabes Medan dengan mengungkap kasus ini dengan singkat. Pihaknya beserta ormas Islam di bawah GAPAI akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. 

“Penistaan agama ini sungguh besar implikasinya terhadap umat beragama di Indonesia. Agama minoritas tidak boleh menghina agama mayoritas dan sebaliknya agama mayoritas tidak boleh menghina agama minoritas. Kita harap ini sebuah pembelajaran buat kita semua. Dalam bentuk apa pun penistaan agama tidak diperbolehkan di Indonesia,” ungkap Heriansyah. 

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang juga hadir dalam pemaparan kasus penistaan agama itu juga menyampaikan hal sekecil apa pun yang diposting di media sosial tentunya sangat mengganggu kehidupan masyarakat. 

“Mari sebaik-baiknya kasus ini kita kawal bersama demi rasa aman dan nyaman. Hal ini tentunya tidak boleh terjadi lagi. Media sosial sangat berdampak terhadap masyarakat luas. Sekali lagi kasus ini jadi pembelajaran kita dan tidak boleh terjadi lagi,” tutur Dzulmi Eldin. 

Anthoni Minta Maaf 

Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Tersangka Anthoni Hutapea yang mengenakan sebo hitam di hadapan publik menyatakan permintaan maafnya. 

“Saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim. Sebenarnya apa yang saya buat ini terjebak dalam suatu hal yang saya sendiri tidak mengerti. Kakak, mertua saya muslim. Jadi dalam hal ini saya ingin kepada semua umat muslim untuk bisa memaafkan saya, karena memang saya tidak sadar terjebak dalam facebook ada diskusi Islam – Kristen,” sesal Anthoni. 

Kata dia lagi, ia mengakui dalam diskusi itu ia menulis yang sepantasnya terjadi. Namun seseorang memunculkannya hingga menjadi viral. 

“Tidak ada sedikit pun menistakan. Pak Wali Kota juga tahu siapa saya. Delapan puluh persen teman saya adalah umat muslim. Jadi kepada seluruh umat muslim saya mohon maaf sebesar-besarnya,” tutur Anthoni. 

Pun demikian, atas perbuatan itu, tersangka Anthoni Hutapea dijerat Pasal 45 ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik atau Pasal 156 KUHPidana. (ari)

Sumber: http://news.metro24jam.com

Kejar Penyerang Novel Baswedan, Polisi Analisis Rekaman CCTV

Novel Baswedan
Novel Baswedan
Kepolisian telah menerima rekaman CCTV di kediaman Novel Baswedan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, penyidik mulai menggali sosok penyerang Novel dengan air keras berdasarkan rekaman video tersebut.

"CCTV-nya kemarin kan sudah dikasihkan oleh KPK. Sedang kita analisa isinya apa di situ. Itu kan perlu dilaporkan juga," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (16/4/2017).

Oleh karena itu, lanjut dia, penyidik belum bisa memastikan identitas pelakunya.

Sementara, untuk pemeriksaan saksi, sudah ada 16 orang yang dimintai keterangan. Barang bukti lainnya pun sudah dikumpulkan dan tentunya bisa bertambah berdasarkan pengembangan.

"Bajunya korban, celananya korban, kopiah korban, semuanya yang ada akibat dari siraman cairan itu masih kita amankan semua sebagai barbuk," pungkas Argo.

Sebelumnya, Novel Baswedan mendapatkan teror serangan air keras ke wajahnya usai salat Subuh di masjid dekat kediamannya di Jakarta, Selasa, 11 April kemarin. Pelaku diduga berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Suntana belum bisa memastikan apakah teror itu berkaitan dengan kasus e-KTP yang tengah ditangani Novel atau bukan.

"Saya kurang begitu jelas (soal kasus e-KTP). Itu menjadi domainnya KPK dalam penyelidikan itu ya," ujar Suntana di Mapolda Metro Jaya, Rabu 12 April 2017.

"Yang jelas, polisi concern kepada pengamanan yang bersangkutan (Novel Baswedan), yang sedang melaksanakan penyidikan e-KTP," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com

Polisi Sang Penyelamat Sandera di Angkot Akan Diberi Penghargaan

Aksi Heroik Penyelamatan Korban Penodongan di Angkot, Polisi Tembak Lengan Pelaku
Aksi Heroik Penyelamatan Korban Penodongan di Angkot, Polisi Tembak Lengan Pelaku
Aksi heroik Aiptu Sunaryanto akan berbuah penghargaan dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Sunaryanto berhasil menggagalkan aksi penyanderaan dan penodongan di angkutan kota KWK T25 di Jalan Igusti Ngurah Rai, Jakarta Timur. Aksi heroik Sunaryanto pantas mendapatkan penghargaan.

Wakil Direktur Lalu Lontas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar mengatakan, pihaknya akan mengajukan pemberian penghargaan ke Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan serta ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Kami usahakan agar beliau mendapat penghargaan karena aksinya bagus sekali, patut diapresiasi," ujar Indra saat dihubungi wartawan, Senin (10/4/2017).

Indra menjelaskan, polisi lalu lintas tidak melulu mengatur masalah lalu lintas. Ketika melihat peristiwa kejahatan, petugas harus berupaya melakukan penindakan, minimal pencegahan.

"Kalau memang saat itu anggota Lalu Lintas ini melihat ada perkelahian misalnya atau gangguan keamanan lainnya, dia boleh melakukan penindakan karena dia anggota polisi juga," ujar Indra.

Polisi diberi kewenangan untuk melakukan penindakan. Nanti proses penyidikan, diserahkan ke satuan kerja lain, untuk masalah pidana umum diserahkan ke Direktorat Reskrimum atau ke Polsek dan polres.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hermawan (28) menodong seorang ibu yang sedang membawa balitanya di dalam angkutan kota KWK jurusan Rawamangun-Pulogadung saat melintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Minggu (9/4/2017) pukul 19.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan, peristiwa bermula saat Hermawan naik angkot di depan Kantor Perumnas III.

Saat di dalam angkot, Hermawan tiba-tiba menodong senjata tajam kepada penumpang di dalam angkot untuk meminta ponsel, kalung dan gelang.

Sontak para penumpang berteriak minta tolong. Pada saat bersamaan Anggota Satlantas Jakarta Timur, AIPTU Sunaryanto melintas untuk berangkat dinas. Dia pun melihat Hermawan tengah mengalungkan pisau ke leher Risma yang tengah menggendong bayinya.

"Saksi (Aiptu Sunaryanto) berusaha untuk melakukan negosiasi sekitar setengah jam agar pelaku mengurungkan niatnya, namun tidak dihindarkan," kata Sapta.

Hermawan, lanjut Sapta, malah meminta Sunaryanto diam dan tak ikut campur. Setelah melihat Hermawan lengah, Sunaryanto pun beraksi. Dia menembak lengan kanan Hermawan lalu langsung membekuknya.

Sumber: tribunnews.com

Menegangkan! Detik-detik Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

penyanderaan ibu dan anak oleh begal di jakarta timur
Detik-detik penyanderaan ibu dan anak di Buaran, pelaku didor polisi. Saksi mata E (25) mengatakan, penyanderaan terjadi saat pelaku dikejar oleh warga yang mendengar teriakan korban. Namun, tepat di depan bioskop Buaran, pelaku yang diperkirakan berumur 27 tahun tersebut langsung masuk ke dalam angkutan kota.
Terjadi penjambretan yang berujung penyanderaan di depan bioskop Buaran, Jakarta Timur, Minggu (9/4). Pelaku terpaksa menyandera ibu dan anak di dalam angkot, karena aksi penjambretannya mengundang banyak perhatian orang di sekitar lokasi.

Saksi mata E (25) mengatakan, penyanderaan terjadi saat pelaku dikejar oleh warga yang mendengar teriakan korban. Namun, tepat di depan bioskop Buaran, pelaku yang diperkirakan berumur 27 tahun tersebut langsung masuk ke dalam angkutan kota.

"Dia lari dari arah Klender, tapi sampai di depan bioskop Buaran dia langsung masuk ke dalam angkot," kata E.

Nahas, di dalam angkot tersebut ada seorang wanita dan anaknya yang masih berusia balita. Pelaku, yang ketakutan langsung menyandera ibu tersebut dengan menggunakan senjata tajam.

"Pelaku langsung nempelin pisaunya ke leher si ibu, sampai berdarah karena darahnya netes ke anaknya yang lagi digendong," jelasnya.

Menurutnya, seorang anggota polisi lalu lintas yang sedang berjaga langsung bernegosiasi. Namun, pelaku yang memiliki ciri-ciri berkulit gelap dan kurus ini malah mengancam akan membunuh korban dan anaknya.

"Dia minta kalau angkotnya jalan dan minta dibebasin," ujarnya.

Bahkan polisi sempat meminta pelaku melepaskan korban dan sanderanya diganti oleh dirinya. Tetapi, pelaku tidak mau. Dia hanya ingin bebas dan warga tidak lagi mengejarnya, namun melihat kondisi korban yang kondisinya sudah mengeluarkan darah maka terpaksa diambil tindakan.

"Waktu Polantas lagi ngobrol-ngobrol pelaku malah ngancem mau bunuh korban, waktu lagi mau nacepin pisau ada polisi yang tidak pakai seragam langsung nembak pelaku," tukasnya.

Pelaku yang mendapatkan tembakan langsung tersungkur, sementara anggota polisi berseragam langsung mengamankan korban penyanderaan. Karena terluka di leher dan mengeluarkan darah, korban serta anaknya langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Sementara, pelaku yang masih tersungkur bersimbah darah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur guna dilakukan identifikasi.

Sumber: merdeka.com